Kenapa Tidak Bersyukur ?
source
images :
https://pixabay.com/en/landscape-sky-clouds-blue-sky-1619434/
Seorang
manusia dilahirkan dalam keadaan yang tidak tau apa-apa,
lemah, hanya dengan menangis kita mengatakan sesuatu. Dengan kasih
sayang Alloh-lah kita dititipkan kepada
orang tua kita. Dengan
berjalanya waktu kita dibesarkan oleh orang tua kita disadari
ataupun tidak kita pernah mengalami masa-masa bahagia
bersama orang tua kita.
Masuklah,
kemasa dimana kita berpikir tentang sesuatu keadaan membanding -
bandingkan “kenapa hidupku tak sepertinya?” “kenapa
aku tidak punya apa-apa”, “kenapa, kenapa, kenapa ?” itu
yang akan terpikir dalam benak kita. Wajar sebagai manusia yang hidup
diberbagai latar belakang yang berbeda pikiran itu akan timbul
seperti itu. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa ada yang lebih
kekurangan dari kita, ternyata diluar sana ada yang lebih menderita
dari kita.
Namun
kita selalu menganggap bahwa diri kita yang paling menderita,
paling
tidak beruntung. Makanya,
kita sudah seharus bersyukur dengan apa yang kita punya sekarang.
Dengan menerima apa yang telah diberikan oleh Alloh kepada kita akan
membuat kita tidak akan
resah melihat orang lain lebih baik dari kita. Karena pada
kenyataannya ada yang lebih kekurangan dari kita. Mungkin
teman-teman pernah melihat ataupun mendengar ada seseorang yang
diberikan kekurangan oleh Alloh dengan penglihatannya, dengan
fisiknya, dengan keterbatasan yang mereka
punya tapi malah mereka manjadi manusia hebat diluar sana. Lantas
dengan kita ?
Mungkin
secara fisik kita sempurna, namun pada kenyataanya masih banyak
dari
kita yang tidak mensyukuri apa yang telah kita punya.
Sehingga
hidup itu terasa berat terlalu banyak memikirkan kekurangan
dari pada kelebihan yang
diberikan Alloh kepada kita. Sebenernya
perlu kita berpikir bahwa kita tidak mempunyai apa-apa. Karena
dasarnya kita itu bukan siapa-siapa, tidak punya apa-apa. Tapi
perasaan ini lebih ke sisi lain dari diri kita bahwa kita itu kecil
dihadapan Alloh Swt. Karena jika sudah merasa mempunyai apa-apa,
merasa lebih hebat bahkan sampai merendahkan orang lain. Maka tinggal
menunggu waktu akan kehancurannya.
Penulis
tidak lebih baik dari pembaca budiman, mari kita banyak bersyukur
karena sudah pasti jika kita banyak bersyukur maka akan banyak
kebaikan untuk kita semua.
~ Kang Yusan ~

Komentar
Posting Komentar